Lewati ke konten
Pesantren VokasiKH Syamsuddin · Ponorogo

Kabar Pesantren

Pesantren KH Samsudin Ponorogo Ikut Serta dalam Apel Hari Santri 2026 di Tebuireng Jombang

Ribuan santri dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, untuk mengikuti Apel Hari Santri 2026. Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, tradisi keislaman, serta sinergi antara sant

IMIwan Mahendra · 3 menit baca
Ukuran teks
Vokasi KH SYamsuddin HSN 2026

Ribuan santri dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, untuk mengikuti Apel Hari Santri 2026. Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, tradisi keislaman, serta sinergi antara santri dan aparat penegak hukum dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Di antara rombongan yang hadir, kontingen dari Pesantren Vokasi KH Samsudin Ponorogo turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian acara. Kehadiran rombongan asal Ponorogo ini didampingi langsung oleh sejumlah perwakilan pengurus dan tokoh santri, di antaranya Iwan Mahendra, Dodik Nurcahyo, dan M.Farid H.

Selain mengikuti apel resmi, para santri dari Pesantren KH Samsudin Ponorogo juga menyempatkan diri berfoto bersama aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bertugas mengamankan jalannya kegiatan di Tebuireng. Momen kebersamaan tersebut mencerminkan hubungan yang harmonis dan kooperatif antara lembaga pendidikan Islam dan institusi kepolisian.

1. Pelaksanaan Apel Hari Santri 2026 di Pesantren Tebuireng

Peringatan Hari Santri tahun 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026, mengusung tema utama "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri". Pemilihan Pondok Pesantren Tebuireng sebagai lokasi pusat kegiatan memiliki nilai sejarah tersendiri, mengingat rekam jejak perjuangan para kiai pendiri Nahdlatul Ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Acara dihadiri oleh jajaran pengurus PBNU, termasuk Sekretaris Jenderal PBNU H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan pentingnya santri menjaga kedisiplinan, memperdalam keilmuan, serta tetap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi keberagamaan.

Peserta apel yang terdiri dari santri, pengurus pesantren, anggota Banser, serta tamu undangan mengikuti prosesi dengan tertib sejak pagi hari. Jalannya acara berlangsung aman dan lancar berkat pengamanan gabungan dari pihak kepolisian lokal, TNI, dan pengamanan internal organisasi.

2. Peran Kontingen Pesantren KH Samsudin Ponorogo

Pondok Pesantren KH Samsudin Ponorogo secara konsisten mendukung program-program keumatan dan kebangsaan. Keikutsertaan delegasi pesantren dalam agenda nasional di Jombang ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga silaturahmi antar-pesantren serta memperkuat wawasan kebangsaan para santri.

Perwakilan kontingen Ponorogo, Iwan Mahendra, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam apel ini memberikan pengalaman berharga bagi santri. "Selain bersilaturahmi dengan para kiai dan santri dari daerah lain, kami dapat merasakan secara langsung nilai kebersamaan dan kedisiplinan dalam acara berskala nasional ini," ujar Iwan di lokasi acara.

Senada dengan Iwan, Dodik Nurcahyo menambahkan bahwa partisipasi ini diharapkan dapat memotivasi para santri di Ponorogo untuk lebih aktif berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Sementara itu, M Farid H menyoroti pentingnya menjaga hubungan baik dengan segenap elemen masyarakat dan aparat keamanan.

3. Sinergi Santri dan Kepolisian dalam Menjaga Keamanan

Kehadiran aparat Kepolisian Republik Indonesia di lokasi acara tidak hanya berfungsi untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan fisik, tetapi juga sebagai wujud pendekatan humanis kepada masyarakat.

Sesi foto bersama antara santri Pesantren KH Samsudin Ponorogo dan petugas kepolisian menjadi simbol kolaborasi yang baik. Keharmonisan antara ulama, santri, dan kepolisian dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang kondusif, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Kepolisian mengapresiasi kedisiplinan dan ketertiban para santri selama berlangsungnya kegiatan. Kerja sama yang solid ini diharapkan terus terjalin dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di masa mendatang.

4. Kesimpulan

Partisipasi Pondok Pesantren KH Samsudin Ponorogo pada Apel Hari Santri 2026 di Tebuireng Jombang berjalan lancar dan penuh kehidmatan. Melalui kehadiran tokoh-tokoh muda seperti Iwan Mahendra, Dodik Nurcahyo, dan M. Farid H , pesantren menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda kebangsaan serta mempererat sinergi dengan institusi kepolisian

#simping#pesantren vokasi#HSN 2026

Bacaan terkait

Semua artikel
  • Digitalisasi Swasta

    AI untuk Usaha Kecil: Mulai dari Hal Sederhana

    Kecerdasan buatan bukan hanya untuk perusahaan besar. Usaha kecil bisa memanfaatkannya untuk menulis konten, menjawab pertanyaan pelanggan, dan merapikan pekerjaan administrasi.

    Super Admin··2 menit baca

  • Digitalisasi Pemerintahan

    Lima Langkah Awal Digitalisasi Layanan Desa

    Digitalisasi desa tidak harus dimulai dengan sistem yang mahal. Ada langkah sederhana yang bisa dimulai hari ini, dari profil desa di internet hingga pendataan yang rapi.

    Super Admin··2 menit baca